LSP PB Menggelar Sertifikasi Ulang Asesor Kompetensi Bidang Penanggulangan Bencana

Jakarta- Senin 4 November 2019. LSP PB  menggelar pelaksanaan Sertifikasi Ulang Asesor Kompetensi Bidang Penanggulangan Bencana, peserta asesor yang mengikuti sebanyak 15 peserta asesor dari BNPB, PMI, MDMC, kegiatan sertifkasi ulang dilaksanakan  di Gedung Graha BNPB Jakarta Timur.  

Kegiatan Sertifikasi Ulang Bidang Penanggulangan Bencana ini dilaksanakan pada tanggal 4 s.d 6 november 2019, dengan menghadirkan Khairawan (Kabag Kepagawaian BNPB) sebagai salah satu perwakilan narasumber dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana).

Saat pembukaan Setifikasi Ulang Asesor Kompetensi Bidang PB. - Khairawan (Kabag Kepagawaian BNPB)  “Sertifikasi salah satu cara menyaring SDM unggul di bidang PB, nantinya kami berharap semua ASN di BNPB dan BPBD tersertifikasi guna memenuhi kualifikasi SDM yg mumpuni di bidang PB. maka perlu adanya asesor yg berkualitas juga dalam hal ini, karena asesor memiliki peran penting dalam sertifikasi khusunya di bidang penangulangan bencana”.

Sugimin Pranoto (Ketua LSP PB) “kebijakan sertifikasi di Indonesia adalah sejalan dg program kabinet Indonesia Maju, yaitu mencetak SDM yg tersertifikasi. Pembangunan infrastruktur sejalan dengan pembangunan SDM, diharapkan nantinya SDM PB yg tersertifikasi dapat mendukung pembangunan Indonesia. Sertifikasi PB di era industri 4.0 harus lebih maju, dan terdigitalisasi agar semuanya dapat memangkas birokrasi selama ini yg terkesan rumit dalam proses uji kompetensi”.

Setelah pembukaan oleh Kabag Kepagawaian BNPB dan paparan ketua LSP PB dilanjutkan dgn diskusi panel yg dipimpin oleh sekretaris LSP PB. Dalam diskusi panel tersebut dijelaskan mengenai berbagai hal seputar pedoman sertifikasi, pedoman asesor dan manajemen mutu sertifikasi. Asesor perlu di berikan pemahaman mengenai hal-hal yg bersifat teknis terkait uji kompetensi untuk penyegaran. Dalam kaitannya uji ulang sertifikasi asesor, LSP PB sangat berharap asesor nantinya akan lebih aktif lagi dan menjadi ujung tombak dalam kegiatan sertifikasi. Asesor PB nantinya juga diminta utk mengembangkan kompetensi teknisnya agar setiap asesor memiliki kompetensi teknis lebih dari satu, hal ini merupakan salah satu cara LSP PB meningkatkan dan mengembangkan kompetensi para asesor.


Kembali